Mengapa Doa Kita Tidak Dikabulkan?

Gambar

 

 

 

Mengapa Doa Kita Tidak Dikabulkan?

Sebagian orang bertanya, “Mengapa doaku tidak diperkenankan, padahal aku berdoa kepada ALLAH untuk diberi rezeki siang dan malam”

Disini, Allamah Thabathaba’i, penulis kitab tafsir al-Mizan mengatakan, “Ses

ungguhnya doa diperkenankan, namun kebanyakan tidak sesuai dg sangkaan kita, melainkan sesuai dengan fitrah kemanusiaan. Terkadang kita berdoa kepada ALLAH SWT supaya diberi rezeki yg banyak, atau dikaruniai anak laki-laki. Atau dengan kata lain, kita berdoa sesuai dg kemauan kita, bukan sesuai dg kepentingan-kepentingan fitri kita, padahal seharusnya doa sejalan dg kenyataan, bukan dengan khayalan.

Bisa jadi harta yg banyak itu akan merusak kita dan menjauhkan kita dari agama, sementara kita tidak mengetahui itu, padahal ALLAH SWT mengetahui itu, dan DIA tidak menginginkan sesuatu bagi kita kecuali kebaikan. ALLAH SWT mengetahui bahwa maslahat si Fulan menuntut dia untuk tetap dalam keadaan fakir dan hidup tanpa harta yg banyak. ALLAH mengetahui bahwa agamanya akan lebih baik dalam keadaan ini, dibandingkan jika sekiranya dia diberi rezeki yg banyak. Akan tetapi jika ALLAH melihat sekiranya si Fulan diberi anak laki-laki maka agamanya akan menjadi sempurna, atau keadaannya akan menjadi lebih baik, maka pasti ALLAH pun memberinya anak laki-laki. Al-Quran al-Karim telah menyinggung masalah ini secara ringkas namun penuh manfaat :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (Al Baqarah 216)

“Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (An Nisaa’ 19)

Sesuatu yg bukan berada didalam manfaat kita tidak akan terjadi, lalu kemudian kita pun menyangka bahwa doa yg kita panjatkan tidak memberikan hasil apa-apa.