Tags

, , ,

Mekanisme Kiamat di Bumi

Gambar

(Gambar di atas sebatas demo saja, kebenaran sesungguhnya hanyalah milik Allah SWT semata, Wallahualam Bishawab. Izinkan waktu yang menjawabnya! Bersiaplah! Bertobatlah! Allahuakbar!)

 

 

 

Mekanisme Kiamat di Bumi

Apakah disebabkan oleh padamnya Matahari ataukah karena bertabrakan dengan batu batu angkasa, ataukah karena sebab lain? Al Qur’an menggambarkan hancurnya Bumi itu dalam puluhan ayat. Salah satunya adalah berikut i

ni.

QS. Al Mulk (67) : 16 – 17

“Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?
,atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku?”

Jadi menurut informasi al Qur’an, kehancuran Bumi ini bukan disebabkan oleh padamnya Matahari, perang nuklir, atau sebab-sebab lain. Tetapi digambarkan bahwa Bumi ini akan ‘ditenggelamkan’ Allah ke suatu wilayah yang penuh dengan batu meteor di angkasa luar.

Kejadian itu, tentu saja sangat mengerikan. Sebab, dampaknya akan sangat luar biasa. Bumi seperti dibombardir oleh jutaan batu-batu angkasa. Akibatnya, Bumi akan berguncang-guncang sangat dahsyat. Bahkan sampai terjungkir balik, diserbu oleh badai berbatu.

Berita dari Allah ini ternyata dibenarkan juga oleh ilmu Astronomi. Secara ilmiah, diakui bahwa Bumi suatu ketika akan mengalami peristiwa tersebut. Seorang ilmuwan Belanda memperkirakan bahwa sekitar beberapa ribu tahun lagi Bumi kita ini akan memasuki suatu wilayah berkabut di luar tatasurya kita, yang berisi jutaan batu meteor. Wilayah yang sangat luas tersebut diberi nama Kabut Oort, sesuai dengan nama penemunya. Hal ini sudah pernah terjadi di zaman Dinosaurus.

Apa yang terjadi jika Bumi ini masuk ke dalam kabut berbatu tersebut? Yang terjadinya adalah, Bumi ini seakan-akan dibombardir oleh jutaan batu meteor dari angkasa luar. Ukurannya sangat beragam, mulai dari sebesar kepalan tangan, sebesar mobil, sebesar rumah, sampai sebesar gunung.

Apa akibatnya? Tentu saja, sangat mengerikan! Sebagai gambaran : jika ada 1 buah saja, batu meteor dengan diameter sebesar 1 kilometer jatuh ke Bumi, maka akan muncul 5 efek yang luar biasa dahsyatnya.

Pertama, batu tersebut akan terbakar ketika memasuki atmosfer Bumi diakibatkan gesekan yang sangat keras. Batu tersebut bergerak menuju permukaan Bumi sambil terbakar, seperti sebuah panah api yang melesat di angkasa. Sehingga muncullah lintasan api yang sangat panjang di langit. Udara yang dilewatinya akan ikut terbakar, dan menimbulkan panas ribuan derajat.

Kedua, akan muncul badai akibat desakan udara yang sangat kencang, di sepanjang lintasan meteor tersebut. Badai itu sangatlah kencang disebabkan oleh massa udara yang terdesak oleh batu sebesar 1 km. Jangankan batu sebesar itu, ketika kita diselip bus di jalan raya saja, kita merasakan betapa kencang angin yang dihasilkan. Apalagi batu sebesar itu. Angin badai yang dihasilkannya, bisa merobohkan bangunan bangunan di jalur yang dilewatinya.

Ketiga, langit akan menjadi gelap disebabkan oleh abu meteor yang bertaburan memenuhi angkasa. Diperkirakan separo dari massa batu angkasa itu akan terbakar menjadi abu. Dan tentu saja, abu itu akan berhamburan di lintasan yang dilewatinya, dan. kemudian menyebar ke mana-mana karena tertiup angin dan pergerakan atmosfer. Seperti ketika gunung Krakatau meletus, abunya menyebar sampai jarak ribuan kilometer dari lokasi letusannya, ke benua Eropa dan Amerika.

Keempat, material meteor tersebut tidak terbakar habis di angkasa. la masih memiliki sisa separo, yang kemudian menghantam permukaan Bumi. Ketika jatuh di daratan, meteor akan menyebabkan gempa Bumi yang sangat dahsyat di atas 8 skala richter. Maka gedung gedung akan hancur berantakan terkena hantaman meteor dan gempa.

Bahkan bukan hanya getaran yang menyebabkan hancurnya bangunan bangunan itu, melainkan juga gelombang permukaan tanah, dikarenakan oleh hantaman meteor tersebut. Bumi kita memiliki lapisan paling luar di permukaannya. Ketika dihantam oleh meteor, permukaan itu akan bergelombang seperti permukaan air yang dilempar batu. Ketinggian gelombang tanah itu mencapai beberapa meter. Tentu saja segala benda yang ada di atasnya akan berhamburan dan berantakan ke mana mana.

Dan yang kelima, setelah menghantam permukaan tanah, batu meteor yang masih tinggal separo itu akan terus melesak ke dalam perut Bumi, menuju pusat magma Bumi. Akibatnya, magma di dalam perut Bumi akan terdesak oleh material yang sangat besar itu, dan kemudian dimuntahkan lewat gunung-gunung berapi terdekat. Untuk kawasan Jawa Timur misalnya, gunung-gunung seperti Semeru, Bromo dan Kelud akan meletus menyemburkan lava pijar. Semua gunung yang berada di sekitar jatuhnya meteor, tiba-tiba menjadi aktif kembali. Gelombang Tsunami akan bergejolak sangat hebat! Jika sisa meteor itu jatuh di lautan, akan menyebabkan badai dan gelombang air setinggi sampai puluhan meter. Gelombang itu lantas bergerak ke daratan dan akan menyapu pantai sampai beberapa kilometer ke arah pemukiman terdekat. Kejadian yarig sungguh sulit untuk dibayangkan!

Itu baru gambaran untuk 1 meteor, yang besamya 1 kilometer, jatuh ke Bumi. Padahal kabut Oort itu berisi jutaan meteor, yang besarnya sangat beragam. Ada yang sebesar mobil, sebesar rumah, sebesar gunung, atau bahkan jauh lebih besar lagi.

Maka, inilah yang digambarkan dalam Al Qur’an. Bahwa Bumi akan ditenggelamkan ke dalam kabut yang penuh batu. Bumi bakal mengalami hujan batu dalam ukuran yang tidak terkirakan sebelumnya. Sehingga digambarkan begitu dahsyat, di berbagai ayat berikut ini.

QS. Infithaar : 1 – 3

“Ketika langit terbelah. Dan ketika bintang-bintang jatuh berserakan. Dan ketika lautan diluapkan …”

QS. Zalzalaah : 1 – 3

“Ketika berguncang Bumi seguncang-guncangnya, dan Bumi mengeluarkan beban berat (isi perut), yang dikandungnya. Dan manusia bertanya : kenapa Bumi ini ?

QS. Qaari’ah : 4 – 5

“Pada hari itu manusia seperti kupu-kupu berterbangan. Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan”

Ayat-ayat di atas menggambarkan betapa Bumi dibombardir oleh jutaan bintang-bintang (meteor pijar yang kelihatannya seperti bintang) sehingga atmosfer kita bagaikan terbelah-belah. Sebelumnya, atmosfer kita sangat berguna untuk melindungi kehidupan di muka Bumi. Setiap ada batu angkasa yang masuk digesek dengan sangat keras oleh atmosfer dan kemudian terbakar habis.

Tetapi itu kalau ukuran batunya kecil. Jika ukurannya sangat besar maka atmosfer kita tidak mampu lagi melindungi kehidupan di muka Bumi ini. Apalagi jika jumlahnya jutaan meteor seperti digambarkan di atas. Langit alias atmosfer kita soperti terbelah-belah oleh bebatuan yang jatuh dari luar angkasa. Dan bebatuan itu meluncur ke permukaan Bumi menghancurkan segala yang ada, baik di daratan maupun di lautan.

Digambarkan dalam berbagai ayat di atas, bahwa lautan akan bergejolak meluap-luap. Sedangkan Bumi mengeluarkan segala isi perutnya, yaitu magma, yang keluar dari segala penjuru. Termasuk, dari gunung-gunung berapi dan rekahan-rekahan tanah di mana mana. Pada saat itu, manusia hanya bisa kebingungan atas apa yang terjadi.

Bahkan yang menarik, al Qur’an juga memberikan informasi bahwa miliaran manusia di muka Bumi akan terlontar berhamburan ke angkasa seperti gerombolan kupu-kupu atau rama-rama yang beterbangan (QS Qari’ah : 4-5). Kenapa bisa demikian?

Ya, karena manusia ini berada di atas sebuah planet Bumi yang sedang bergerak dengan kecepatan 1.669 km per jam. Maka ketika Bumi kita bertabrakan dengan batu angkasa yang sangat besar, kejadiannya adalah seperti sebuah truk berpenumpang menghantam sebuah pohon besar. Apa yang terjadi?

Kalau ada sebuah truk sarat penumpang melaju dengan kecepatan 100 km per jam, kemudian dia mendadak menabrak pohon, maka seluruh penumpangnya akan terhambur ke udara. Sebab, truk berhenti secara mendadak, tetapi penumpangnya masih memiliki kecepatan 100 km per jam.

Itulah yang terjadi dengan penduduk Bumi pada saat kiamat. Ketika Bumi secara mendadak dihentikan oleh tabrakan meteor berukuran raksasa maka seluruh benda di permukaan Bumi akan terhambur ke angkasa. Bagaikan rama-rama yang beterbangan! Begitu dahsyatnya. Kenapa? Karena seluruh penghuninya akan dihamburkan ke langit dengan kecepatan 1.669 km per jam!.

Miliaran manusia, miliaran binatang, tumbuhan, mobil, rumah, dan berbagai benda lain akan terhambur ke angkasa, akibat hentakan yang sangat dahsyat.

Bahkan dikatakan oleh Allah di QS. Mulk: 16, bahwa sesudah hujan badai berbatu, itu, Bumi akan terjungkir balik dibuatnya. Demikian hebat tabrakan itu sehingga menyebabkan Bumi terjungkir balik! Maka, tidak heran jika Rasululah mengatakan bahwa Matahari akan terbit dari barat. Bagaimanakah menjelaskannya?

Bumi adalah sebuah benda langit yang ‘tergantung’ di awang awang. Tidak ada yang mengikat Bumi kecuali hanyalah gaya-gaya gravitasi yang tidak kelihatan antar benda langit. Karena itu, ketika Bumi bertabrakan dengan benda langit lainnya, maka Bumi akan bergoyang-goyang. Semakin hebat tabrakan yang, terjadi, semakin goyang Bumi dibuatnya. Dan jika terlalu besar, maka Bumi bisa terjungkir balik karenanya. Malahan bisa terlepas dari garis edar atau orbitnya.

Selain itu, masuknya batu-batu meteor ke dalam perut Bumi bisa menyebabkan gangguan arus magma yang berdampak pada kacaunya sistem kemagnetan Bumi. Hal ini, pada gilirannya, bisa menyebabkan Bumi terjungkir balik kutub utaranya terjungkir menjadi kutub selatan, dan sebaliknya.

Maka, jika tadinya Bumi berputar dari Barat ke Timur (sehingga Matahari terlihat terbit dari arah Timur), maka ketika ‘Bumi terjungkir, perputaran rotasi Bumi menjadi berlawanan arah dari Timur ke Barat. Sehingga, Matahari terlihat terbit dari Barat!

Maka, pada hari kiamat, Bumi benar-benar mengalami kehancuran total. Seluruh penjuru Bumi tidak ada yang bisa diselamatkan, akibat Bumi dibombardir oleh badai berbatu. Mulai dari atmosfemya, daratannya, gunung-gunung, lautan, sampai seluruh makhluk hidup yang menghuni Bumi, semuanya mengalami kerusakan sangat parah. Sehingga Allah mengatakan betapa Bumi menjadi hancur dan datar tidak ada bagian yang tinggi atau pun yang rendah.

QS. Thaahaa (20): 105 – 107

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, Maka katakanlah : Tuhanku akan menghancurkan (di hari kiamat) sehancur hancurnya. Maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali. Tidak ada sedikitpun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi”

Kalau gunung gunung saja mengalami kehancuran demikian dahsyatnya, maka tentu kita bisa membayangkan apa, yang terjadi terhadap makhluk hidupnya. Pasti telah mengalami kepunahan. Maka, Bumi betul-betul telah mengalami ‘kematian’nya.

Dan ini, kematian itu bakal berlangsung dalam kurun waktu yang sangat panjang, sampai Bumi mengalami rehabilitasi atau perbaikan kembali. Diperkirakan proses rehabilitasi itu memakan waktu jutaan atau bahkan miliaran tahun. Namun dipastikan bahwa Bumi ini akan dirubah oleh Allah menjadi Bumi yang baru, sebagaimana difirmankan dalam kitabNya,.

QS. Ibrahim (14) : 48

“Pada hari diganti Bumi ini dengan Bumi yang baru, demikian pula langitnya. Dan mereka semua akan menghadap kepada Allah yang Satu lagi Maha Perkasa.”

Bahkan, di ayat tersebut, Allah menginformasikan bahwa bukan hanya Bumi yang direhabilitasi menjadi ‘Bumi baru’ melainkan juga langitnya. Dalam hal ini, termasuk perbaikan atmosfer sebagai langitnya Bumi. Dan juga langit alam semesta, bakal mengalami perubahan. Memang kalau proses pembaruan Bumi itu berlangsung selama jutaan atau bahkan miliaran tahun, maka sudah bisa dipastikan kondisi langit alam semesta juga sudah berubah sangat drastis.