Tags

, , , ,

Kisah Pasutri yang Syuhada

Gambar

 

 

 

 

 

Kisah Pasutri yang Syuhada

Fir’aun mempunyai seorang pegawai yang amat dipercayai dan akrab dengan dirinya, ia bernama Hazaqil. Hazaqil adalah seorang hamba yang sangat taat kepada Allah SWT. Beliau adalah suami Siti Masyithah seorang pengasuh p

utri-putri Firaun yang juga tidak kalah taat pada Allah.

Suatu hari terjadi perdebatan hebat antara Fir’aun dengan Hazaqil, di mana Fir’aun telah menjatuhkan hukuman mati para ahli sihir yang beriman kepada Allahnya Nabi Musa as. Hazaqil menentang keras atas hukuman yang dijatuhkan tersebut.

Mendengar ucapan Hazaqil, Fir’aun menjadi marah. Akhirnya Fir’aun mengetahui bahwa Hazaqil tidak sungguh-sungguh menganggap dirinya Tuhan, ia lalu menghukum mati Hazaqil. Hazaqil menerimanya dengan tegar dan tabah. Ia dihukum hingga wafat dengan kedua tangan terikat pada pohon kurma dan tembusan beberapa anak panah.

Siti Masyithah sangat sedih atas kematian suami yang sangat dicintainya itu. Ia lalu mencurahkan isi hatinya pada Asiah, istri Firaun yang juga beriman pada Allah. Saat itu Asiah juga menceritakan keadaan dirinya yang juga disiksa oleh suaminya.

Hingga kala Siti Masyithah sedang menyisir rambut salah seorang putri Fir’aun, sisir tersebut jatuh dan ketika hendak mengambil, ia spontan berucap, “Dengan nama Allah binasalah Fir’aun”. Ucapan itu terdengar oleh putri Firaun, yang lalu melaporkan peristiwa tersebut kepada ayahnya.

Siti Masyithah akhirnya dipanggil oleh Fir’aun dan bertanya tentang peristiwa tersebut. Lalu Firaun menanyakan siapakah Tuhan yang disembahnya. Siti Masyithah tanpa ragu dan penuh keberanian berkata, “Tiada Tuhan selain Allah SWT yang sesungguhnya menguasai segala alam dan isinya”

Dapatlah diterka, Fir’aun menjadi amat marah, ia lalu memerintahkan pengawalnya untuk memanaskan minyak di dalam kuali yang besar hingga mendidih, kemudian warga pendudukpun dipanggil untuk menyaksikan hukuman sadis tersebut.

Siti Masyithah sekali lagi diberi pilhan oleh Fir’aun, namun Siti Masyithah tetap dengan imannya kepada Allah SWT. Iapun membawa kedua anaknya menuju kuali besar tersebut. Dipandangi anaknya yang sedang menyusu dalam pelukan. Dan dengan seijin Allah, anak tersebut berkata, “Ibu jangan takut Allah pasti menempatkan kita di syurga abadi.”

Dan tanpa keraguan sama sekali, terjunlah anak beranak tersebut kedalam kuali besar berisi minyak yang mendidih, tanpa mengeluarkan jeritan sedikitpun. Saat itu juga terciumlah wangi yang harum semerbak keluar dari kuali besar tadi.