Tags

, , ,

Ayah Di Surga Ada TV Gak?

Gambar

 

 

 

Ayah Di Surga Ada TV Gak?

Alhamdulilah, malem2 kok ya dapet rejeki nomplok. Rejeki di sini bukanlah segepok uang yang tiba2 jatuh dari langit tepat di hadapanku. Bukan pula ada tetangga yang datang mengetuk pintu rumah sambil mengantarka

n sekeranjang buah. Rejeki yang kumaksud di sini adalah sebuah “golden opportunity” (taelah lebay gak ya?)

Yup, sebuah kesempatan emas datang di hari yang mulai gelap. Halah gitu aja kok disebut kesempatan emas sih, bukannya hal biasa aja tuh? Ssstt… mungkin bagi yang lain iya, tapi bagiku ini adalah kesempatan emas. Apakah kesempatan itu? Dia adalah ketika anakku bertanya tentang Islam.

Kemaren malam, sambil “leyeh-leyeh” sehabis sholat maghrib. Anakku, Faiz tiba2 bertanya : “Yah, kenapa sih kalau hari kiamat nanti ada gempa bumi?”.

Masya Allah, rejeki datang, aku harus menyambutnya… aku harus menyambutnya dengan jawaban yang tepat.
“Iya sayang… karena saat itu semua yang ada di bumi akan hancur, seperti di surat al-Zalzalah tuuuuh, Faiz kan sdh hapal”, jawabku.

Aku menunggu pertanyaan berikutnya…

“Kenapa begitu ? kenapa kok semuanya hancur?”, tanyanya lagi.

Lembutkan lidahku ya Allah, mudahkanlah pemahaman anakku, inilah saatnya aku menyampaikan kebenaran.
“Karena hari kiamat adalah hari akhir, dan semua yang telah mati nanti akan dihidupkan lagi..”, jawabku.

“Berarti semua hidup lagi? kenapa begitu?”, tanya Faiz.
Ya Allah… berikan jawaban yang tepat untuknya, bismillah… Ya Allah, bimbinglah aku…

“Karena saat itu semua orang akan dibawa oleh Allah ke padang Mahsyar, tempat yang sangaattt luas…”
Haduh, terlalu berat nggak ya bahasaku untuk dia cerna?

Faiz diam… Aku melanjutkan:
“Di padang Mahsyar itu semua orang akan ditanya oleh Allah, ngapain aja dia selama hidup, rajin sholat nggak? rajin ngaji nggak? nurut sama orangtua nggak? rajin puasa nggak? rajin sedekah nggak?”.

Faiz diam mendengarkan, aku kembali melanjutkan:
“Yang rajin sholat, rajin puasa, nurut sama orangtua, rajin sedekah, nanti akan dimasukkan ke dalam surga… yang nggak pernah sholat, ngaji, puasa, sedekah nanti akan masuk neraka…”

Tiba-tiba Faiz nyeletuk, “Yah, aku nanti masuk surga kan?”
“Insya Allah sayang, asal Faiz jadi anak yang sholeh yaa… rajin sholat, rajin ngaji… nurut sama orangtua ya…”

“Iya ayaaaah…”

Alhamdulilah ya Allah, lega sudah, satu pelajaran telah tertanam untuknya.

Tiba-tiba aku dikagetkan dengan celotehnya lagi:
“Yah, di Surga ada TV nggak? “

Gubraks!! Anakku sayang, pertanyaannya kok susah sih… hihihi…

Aku cuma mesam-mesem sambil memutar otak mencari jawaban. Faiz kembali bertanya : “Ayaaaaah… di surga adanya apa sih?”

“Di surga adanya yang enak-enak, faiiiizzz…”, jawabku.
“Ada TVnya nggak? soalnya aku nanti mau nonton TV di surga”, tanyanya lagi.

Yaealah… balik ke situ lagi…

“Hhmm… Ayah belum tahu ada TVnya apa nggak di sana. Kenikmatan surga itu belum pernah terlihat, belum pernah terdengar dan belum pernah terbayangkan… yang pasti di surga nanti semua rasanya nikmat”.

Faiz tertawa, sepertinya dia cukup puas dengan jawabanku.
Haaahhhh… leganya…
***

“Tuhanku… karuniakan kepada kami pasangan dan anak-anak yang Qurrota a’yun, menyejukkan hati…”